Apa Itu Psikologi Klinis serta Apa Khasiatnya.

Kerap Kita mendengar kata“ Psikologi Klinis”, tetapi Kita tidak ketahui apa itu Psikologi Klinis.

Psikologi Klinis merupakan salah satu bidang terapan psikologi terapan tidak hanya Psikologi Pembelajaran, Psikologi Industri serta Organisasi, serta lain- lain.

Psikologi Klinis memakai konsep serta teori psikologi abnormal, psikologi pertumbuhan, psikopatologi serta psikologi karakter. Disamping itu pula memakai prinsip- prinsip dalam asesmen serta intervensi.

Konsep serta prinsip itu diterapkan serta digunakan supaya bisa menguasai serta berikan dorongan untuk mereka yang hadapi masalah- masalah psikologis. Serta pula berikan dorongan mereka yang hadapi kendala penyesuaian diri serta tingkah laku abnormal.

Secara kecil Psikolog Klinis Dewasa dan Anak Semarang :

Psikologi Klinis tugasnya yakni menekuni orang- orang abnormal ataupun subnormal. Tugas utamanya merupakan memakai uji yang ialah bagian integral. Sesuatu pengecekan klinis yang umumnya dicoba di rumah sakit.

Secara luas:

Psikologi Klinisadalah bidang psikologi yang mangulas serta menekuni kesulitan- kesulitan dan rintangan- rintangan emosional pada manusia. Tidak memandang apakah dia abnormal ataupun subnormal.

Bagi Phares( 1992),

“ psikologi klinis menunjuk pada bidang yang mangulas kajian, penaksiran, serta pengobatan( treatment) masalah- masalah psikologis, kendala( disorders) ataupun tingkah laku abnormal.”

Dari penafsiran serta definisi di atas, nampak kalau psikologi klinis meliputi asesmen ataupun psikodiagnostik, riset. Dan pengobatan untuk masalah- masalah psikologis, kendala penyesuaian diri, ataupun sikap abnormal.

Psikolog Klinis.

Psikolog klinis merupakan seseorang pakar, yang latar balik pendidikannya dari semenjak jenjang pembelajaran strata I merupakan ilmu sikap manusia( Psikologi). Buat setelah itu menjajaki pembelajaran Magister Psikologi Terapan dengan mayoring Psikologi Klinis.

Pendekatan Holistik mengatakan kalau seseorang yang sakit raga pula sekalian sakit mental. Sebab ikatan resiprokal antara aspekfisik serta mental tidak bisa dipungkiri keberadaannya.

Dengan demikian, di samping perawatan kedokteran seseorang penderita kerap memerlukan pendampingan Psikolog Klinis. Pendampingan Psikolog Klinis ini bermanfaat buat menolong pemulihan kesehatan aspek mentalnya.

Terlebih, ketegangan emosi seorang yang hadapi kesusahan membongkar permasalahan psikologis yang dialami kerap memanifestasi dalam wujud keluhan raga.

PROFESI DALAM PSIKOLOGI KLINIS

Yup Kie Hien( 1968)

Mengemukakan sebagian sebutan lain buat“ Psikologi Klinis”.

Istilah- istilah tersebut merupakan:

Psikopatologi,

Merupakan bidang yang menekuni patologi ataupun kelainan dari proses kejiwaan.

Sebutan ini digunakan dalam area psikiatri. Psikopatologi sesungguhnya tidak masuk psikologi klinis, tetapi seseorang psikolog klinis wajib memahami psikopatologi supaya sukses dalam pekerjaan diagnostiknya.

Psikologi Kedokteran,

Ialah sesuatu penjabaran dari psikologi universal serta psikologi karakter buat ilmu medis. Tujuannya merupakan buat memenuhi pengetahuan dokter tentang cerminan biologis manusia. Dengan cerminan kehidupan kejiwaan, fungsi- fungsi psikis, berpikir, pengamatan, afek dan kehidupan perasaan pada manusia wajar.

Psikologi Abnormal,

Sebutan ini baru terkenal pada tahun 50- an. Nama ini diciptakan oleh psikolog- psikolog yang mau mengklasifikasi kondisi yang tidak wajar yang bisa jadi terjalin pada orang.

Psikologi Konflikdan Pato- Psikologi,

Kedua nama ini diusulkan buat menampilkan kalau seorang yang memerlukan pertolongan psikolog tidak senantiasa“ sakit”. Pertolongan psikolog bisa diberikan kepada mereka yang hadapi kesusahan, misalnya konflik, ketegangan, serta sebagainya yang bisa mengusik penyeimbang.

Mental Health serta“ Mental Hygiene”.

Sebutan mental hygiene lebih dekat dengan bidang medis. Sebutan ini lebih banyak mangulas dari segi pengobatan.

Mental health lebih banyak mangulas dari segi preventifnya.

Mental hygiene bertugas mempertahankan serta memelihara kesehatan mental serta menghindari terbentuknya kendala mental.

DISFUNGSI PSIKOLOGIS

Gangguan- gangguan dalam Psikologis bisa dikategorikan bagaikan berikut:

1.

Kendala MENTAL Bagi MODEL Kedokteran& PSIKOLOGIS

Bagi model kedokteran, penyakit mental merupakan sesuatu penyakit dengan karena yang alami yang bisa dikaji secara ilmiah serta bisa diatasi. Konsep media menimpa disfungsi Psikologis:

Penyakit merupakan akibat yang mempunyai etiologi.

Penyakit ialah kendala organik murni.

Penyakit psikologis analog dengan penyakit raga.

Pengidap memperoleh penyakit bukan sebab terdapatnya kesalahan pada dirinya.

Pengobatan bergantung pada intervensi dari handal yang terlatih

Penyakit ialah proses umum serta bukan kultural, walaupun manifestasinya dipengaruhi oleh kultural.

Tetapi bagi model psikologis, Psikopatologis bukan cuma penyakit pada guna psikologis. Namun pula bagaikan disorder( kendala) yang diakibatkan oleh aspek psikologis ialah aspek pemahaman serta ketidak sadaran.

Orientasiterkiniterhadapgangguan mental:

Kendala mental bagaikan keadaan biomedisà wajib dirawat di Rumah sakit, intervensi dengan obat.

Kendala mental bagaikan keadaan psikologis serta sosialà perawatan dengan psikoterapi

2.

KONSEP Wajar Serta ABNORMAL

Seorang dikatakan wajar apabila:

Tidak sakit,

Dalam keadaan rata- rata semacam orang lain,

Mempunyai konformitas terhadap norma sosial,

Mempunyai kematangan secara sempurna ataupun nyaris sempurna,

Sehat,

Fully functioning personality.

Serta definisi abnormal sendiri:

Statistical Infrequency,

Disability or Dysfunction,

Personal Distress,

Violation of Societal Norms.

PENYEBAB

Pemicu kendala psikologis memiliki 3 aspek, ialah:

Aspek Biologis: Generasi genetis, Keadaan kedokteran, Kehancuran otak, Paparan stimulus tertentu dari area.

Aspek Psikologis: Pengalaman traumatis, Asosiasi yang dipelajari, Distorsipersepsi, Pola pikir irasional.

Aspek Sosiokultural: Ikatan seksual, Interaksi social, Politik, Diskrimasi kelompok.

Prinsip Biopsikososial

Psikologi klinis memakai sebutan BIOPSIKOSOSIAL buat menarangkan interaksi antara 3 ukuran pemicu abnormalitas, ialah:

Aspek Biologis:

Genetik

Kendala dalam guna raga: Keadaan kedokteran( contoh: hormontiroid tidak balance)

Kehancuran otak: Stimulus area( contoh: toksin)

Aspek Psikologis:

Pengalaman hidup yang bermasalah:

Interpersonal– antar orang( contoh: perceraian)

Intrapsikis– antarapikiran serta perasaan( contoh: interpretasi irasional)

FaktorSosiokultural:

Siklus pengaruh sosiokultural:

Immediate circle– orang2 sangat kerap berhubungan, contoh: pendamping.

Extended circle– ikatan yg lebih luas dibanding immediate circle, contoh: keluarga besar, sahabat sekolah.

Environment circle– orang2 di dekat kita tetapi tidak sering berhubungan, contoh: satpam.

Perspektif Biopsikososial

Diathesis- Stress Model: Tiap orang dilahirkan dengan bawa predisposisi( diathesis) tiap- tiap. Yang membuat mereka mempunyai resiko hadapi kendala psikologis apabila hadapi pengalaman hidup tertentu.

ASESMEN PSIKOLOGI KLINIS

Asesmen dalam Psikologi Klinis yakni pengumpulan data buat digunakan bagaikan dasar untuk keputusan- keputusan yang hendak di informasikan oleh penilai( Bernstein& Nietzel, 1980, perihal. 99).

Hal- hal yang pengaruhi terbentuknya kesalahan dalam melaksanakan asesmen:

Inadequate information

Unrepresentative behavior

Stereotypes

Personal biases

Bagi Bernstein serta Nietzel( 1980)

*foto Bersntein serta Nietzel*

Terdapat 4 komponen dalam proses asesmen psikologi klinis, ialah:

Perencanaan dalam Prosedur Pengumpulan Informasi.

Pengumpulan Informasi Lewat Wawancara, Observasi

Pengolahan Informasi danPembentukan

Mengomunikasikan informasi asesmen.

Etika dalam Asesmen Psikologi Klinis

Proses pengumpulan data, pemrosesan informasi, serta penataan laporan asesmen membuat psikolog klinis mempunyai data individu subjek

Data individu tersebut acapkali bertabiat sensitif sehingga klien tidak mau data tersebut diungkapkan pada orang lain

Psikolog klinis mempunyai tanggung jawab etik buat memakai serta menyajikan segala data yang terkumpul dengan hati- hati

INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS

Secara universal intervensi merupakan upaya buat mengganti sikap, benak ataupun perasaan seorang. Psikoterapi ialah salah satu intervensi dalam konteks ikatan antara psikolog serta klien ataupun penderita.

Tujuan psikoterapi merupakan buat pemecahan permasalahan, buat kenaikan keahlian seorang menanggulangi perkaranya sendiri. Dan penangkalan munculnya permasalahan, kenaikan keahlian seorang buat lebih berbahagia( Phares, 1992).

Berbagai psikoterapi ialah, Individual therapy, Group therapy serta Marital and family therapy.

Teknikpsikoterapi:

Fostering insight.

Reducing emotional discomfort.

Encouraging catharsis.

Providing new information.

Assigning extratherapy tasks.

Membangun harapan pergantian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *