Baku Hantam Xiaomi versus Realme di Media Sosial

Sama-sama kritik antar merek jadi trend taktik penjualan di industri handphone. Semasing vendor ekspos keunggulan produknya serta mengejek kekurangan piranti pesaing. Ini berlangsung pada dua brand handphone asal China, Realme serta Xiaomi, yang ‘baku hantam’ di sosial media.

Ke-2 brand ini aktif memberi komentar di account sosial media punya seseorang, untuk nyinyir jatuhkan produk kompetitor. Misalnya berada di account Instagram punya influencer @GadgetIns, yang waktu lalu mengupload photo handphone Redmi Catatan 8 Pro serta Realme XT mendekati peluncuran kedua-duanya yang kebetulan bersisihan.

David Brendi, pemilik account itu, mempublikasi photo Redmi Catatan 8 Pro serta Realme XT yang sama-sama bertumpuk. Dia menulis, “sepertinya bulan ini akan ramai. @xiaomi.indonesia @realmeindonesia siapa yang akan semakin ramai?”

Xiaomi menyongsong content itu dengan tanggapan yang sebatas jawaban pertanyaan David. Sesaat Realme membalasnya dengan suara kompetisi. “Itu yang tempat hapenya di atas. tentu dapat buat Bahagia <3,” catat account @realmeindonesia.

Ini bukanlah pertama kali Xiaomi serta Realme sama-sama kritik di account Instagram @GadgetIns. Awalnya, David sempat mengupload tangkapan monitor account Twitter Xiaomi Indonesia yang memberikan sinyal handphone Redmi Catatan paling baru akan launching di Indonesia pada 17 Oktober 2019. David tuliskan caption masalah rumor hp ghaib yang seringkali menggempur Xiaomi. Kembali lagi, content ini menjadi lapak buat Realme serta Xiaomi untuk sikut-sikutan.

“Sering, yang kita perlukan itu hanya kejelasan. Yang lebih dulu ada, ia yang diambil. Pasar memang kejam ya. Merek jadi harus segera keluarin HP baru terus serta harus selalu lebih baik dari generasi awalnya sama pesaing. Tetapi untuk customer, kita yang untung,”

Realme memberi komentar https://arenaponsel.com , “Ehmmm.. yang sudah ngasi kejelasan belom pasti dapat buat Bahagia siy om, #santuy.”

Tidak terima dengan kalimat itu, Xiaomi membalas, “ahaaayy.. terkadang penyesalan ada dari kemauan yang menggelora pada akhirnya gak jadi Bahagia sich ujungnya.”

Untuk lapak kericuhan Realme serta Xiaomi, David mengatakan tindakan sama-sama kritik antar handphone semacam itu ialah yang diinginkan customer sebab mereka dapat memperoleh info yang semakin gampang berkaitan satu produk.

Tindakan ini jadi tontonan menarik ditengah-tengah kompetisi seru di antara kedua-duanya. Sebab, di luar sana sering terdengar info jika arah Oppo melahirkan Realme sebagai “Xiaomi killer.”
“Fans-fans saat ini sudah lebih dewasa. Jika produk lawannya lebih baik, justru ada peluang geser. Kemungkinan sama-sama kritik ini justru dapat menghibur fans,” kata David pada kumparan, Rabu (30/10).

Xiaomi serta Realme berkompetisi dalam perincian lima besar produsen handphone terlaris di Indonesia. Data IDC pada kuartal tiga 2019 menulis, Realme sukses masuk di rangking empat produsen handphone terlaris di Indonesia dengan market share 12,6 %. Prestasi ini dicapai dalam tempo seputar satu tahun. Xiaomi ada di rangking lima dengan 12,6 %. Tempat pucuk diisi Oppo (26,2 persen), Vivo (22,8 persen), serta Samsung (19,4 %).

Sama-sama kritik antar handphone ini dilaksanakan ke-2 merek di negara lain. Serta, ini menyertakan pemakai setia yang turut ribut.

Masalah tindakan kritik dari merek lain seringkali dilaksanakan Samsung pada iPhone. Seringkali didapati content pemasaran Samsung yang mengkritik tehnologi Apple yang telah tertinggal jaman dari sudut pandang Samsung. Huawei sempat juga mengganggu kemampuan baterei iPhone yang kecil dengan bagikan powerbank ke customer yang sedang berbaris iPhone XS. Belakangan ini, Xiaomi Indonesia sempat memperbandingkan kelebihan produknya dengan merek lain jenis Samsung, Oppo, serta Vivo.

Beberapa produsen tehnologi ini tidak takut untuk mengusung kekurangan produk musuh untuk tingkatkan awareness masalah produk mereka. Salah satunya basis yang digunakan ialah sosial media. Cukup dengan sama-sama sahut serta kritik jenis ini, merek sudah lakukan peranan penjualan yang mengundang perhatian publik. Seringkali tindakan ini menumpang di account punya orang atau media tersohor dengan beberapa pengikut.

“Dengan memperbandingkan, contoh melalui angka benchmark, melalui hasil photo, mereka lakukan direct pemasaran ingin memperlihatkan perolehannya,” kata Lucky Sebastian, pengamat tehnologi handphone.

Taktik kritik mengkritik ini, kata Lucky, dipercayai merek dapat membuat fans yang militan serta setia. Fans sebagai kepanjangan tangan merek untuk memberi mouth-to-mouth pemasaran.
Langkah jenis ini diaplikasikan Realme yang dalam taktik penjualannya, memang mengikuti beberapa langkah Xiaomi. Positioning kedua-duanya sama. Konsentrasi pada fragmen low-end sampai middle-end. Jual piranti pada harga dapat dijangkau serta detail yang menarik di kelasnya.

“Serta ini fungsinya simpatisan atau fans yang militan. Seperti kita kenali ‘iklan’ dari mulut ke mulut ini paling efisien untuk menjaring calon pemakai baru. Dengan pertolongan beberapa fansnya ini, walaupun tidak harus banyak keluarkan banyak ongkos iklan yang mahal, tapi pesan mengenai kehadiran piranti mereka tersampaikan,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *